TUBABA, suara kita – Beberapa dewan guru di SMAN 3 Tulang Bawang Tenga, kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengeluhkan adanya iuran yang mengharusnya mereka menyumbang Rp.500 ribu yang akan digunakan untuk pembangunan sumur bor sekolah. Hal ini disampaikan, D kepada suara kita, belum lama ini.
Menurutnya, oknum guru SRH meminta sumbangan kepada dewan guru mengatasnamakan erintah kepala sekolah.
“Bu SRH bilang ke kami (guru.red). Untung iuran Rp.500rb/orang untuk pembangunan sumur bor. Katanya disuruh kepsek. Tp kepsek gak pernah ngomong soal ini.” Ungkapnya.
D juga menjelaskan, SRH dikenal sebagai ‘tangan kanan’ kepala sekolah’. “Pak kepsek kalo gak masuk, memang selama ini dia yg kasih perintah. Tapi soal sumur bor. Masa guru juga yang harus iuran.” Keluhnya.
Masih dikatakan D, ini bukan kali pertama dewan guru diminta iuran untuk kepentingan sekolah. Bahkan, iuran untuk tas siswa juga pernah disampaikan SRH. “Guru guru juga pernah diminta sumbangan buat beli tas siswa Rp.370 ribu. Kan, menurut kami gak masuk akal.” Pungkasnya.
Sementara itu, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Lampung menanggapi hal ini, Thomas Americo, berjanji untuk menyelidiki kasus ini. “Nanti saya cek dulu ya, seperti apa faktanya,” ujar Thomas. pada Sabtu.
“Thomas juga menambahkan bahwa ia akan memastikan kebenaran dan kesepakatan terkait pungutan tersebut. “Kebenarannya kesepakatannya seperti apa, saya akan cek dulu,” tambah Thomas.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMAN 3 Tulangbawang Tengah, belum bisa ditemui.




















