Bandar Lampung, suara kita — Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan pendidikan kejuruan melalui kebijakan pemetaan minat dan bakat siswa sebagai dasar pengembangan kompetensi dan produktivitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan bahwa kegiatan pemetaan dan peminatan siswa merupakan bagian penting dari proses pembelajaran untuk melatih nalar berpikir kritis peserta didik. Melalui pemetaan tersebut, siswa diharapkan mampu bermimpi, berpikir, dan bertindak secara terarah sesuai dengan potensi yang dimiliki.
“Kegiatan ini menjadi momentum membangun sistem ganda melalui Teaching Factory (TEFA) dan teaching industry, sehingga potensi di bidang desain komunikasi visual, kriya, fashion, dan tata boga dapat dikembangkan menjadi aset dan unit produksi yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Thomas.
Ia menambahkan, pemetaan talenta siswa di berbagai bidang keahlian diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Dengan bekal tersebut, lulusan SMK diharapkan dapat berkontribusi langsung dalam menggerakkan ekonomi lokal di Provinsi Lampung.
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, SMK Negeri 7 Bandar Lampung menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh program pemetaan minat dan bakat siswa. Kepala SMKN 7 Bandar Lampung, H. Hi. Kemis, S.Pd., MM, menilai kebijakan ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan kejuruan dalam mengarahkan potensi peserta didik secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Menurutnya, pemetaan minat dan bakat menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembelajaran dan pengembangan kompetensi keahlian di sekolah. Dengan pemetaan yang tepat, proses pembelajaran berbasis praktik dapat berjalan lebih optimal dan sesuai dengan karakteristik siswa.
“Kami siap mendukung kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Pemetaan ini sangat penting agar potensi siswa dapat diarahkan sesuai kompetensi keahlian yang dimiliki sekolah, sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis praktik,” ujar H. Hi. Kemis.
Ia menjelaskan, SMKN 7 Bandar Lampung terus mendorong agar potensi siswa di berbagai bidang keahlian tidak hanya berhenti pada aktivitas pembelajaran di kelas. Melalui penguatan Teaching Factory dan unit produksi sekolah, potensi tersebut diharapkan berkembang menjadi karya produktif yang memiliki nilai tambah.
“Kami mendorong penguatan Teaching Factory dan unit produksi sekolah agar siswa tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pengalaman riil yang mendekati kebutuhan dunia usaha dan industri,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah menilai kolaborasi antara sekolah, dunia usaha, dan dunia industri menjadi kunci dalam menciptakan lulusan SMK yang siap kerja, produktif, dan berdaya saing. Melalui sistem pembelajaran yang terintegrasi, lulusan SMK diharapkan memiliki keterampilan, produktivitas, serta jiwa kewirausahaan sejak dini.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan kesiapan satuan pendidikan, SMKN 7 Bandar Lampung optimistis dapat berperan aktif dalam mencetak lulusan yang kompeten serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah.




















