Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Penguatan Ideologi Kebangsaan Tak Boleh Sekadar Seremoni

11
×

Penguatan Ideologi Kebangsaan Tak Boleh Sekadar Seremoni

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Lampung Tengah, suara kita — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi, menegaskan bahwa penguatan ideologi kebangsaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP) di Kampung Simpang Agung, Kecamatan Simpang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Candra Puasati dan Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, yang bersama-sama mengajak masyarakat merefleksikan kembali pentingnya menjaga fondasi ideologi negara di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial yang terus berkembang.

Ni Ketut Dewi Nadi yang juga merupakan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai simbol atau teks konstitusional, tetapi harus hadir sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.

“Pancasila adalah kompas kebangsaan kita. Di tengah perbedaan pilihan politik, latar belakang suku, agama, dan budaya, nilai-nilai Pancasila adalah perekat yang menjaga Indonesia tetap utuh,” ujar Dewi Nadi.

Menurutnya, pembinaan ideologi semakin relevan ketika masyarakat dihadapkan pada tantangan disinformasi, polarisasi sosial, hingga menguatnya sikap individualisme. Karena itu, wakil rakyat memiliki tanggung jawab moral untuk terus membangun ruang dialog kebangsaan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Candra Puasati dalam pemaparannya menekankan bahwa wawasan kebangsaan harus dimaknai sebagai kesadaran kolektif tentang identitas dan tujuan bernegara.

“Wawasan kebangsaan bukan sekadar teori. Ia adalah kesadaran bahwa kita memiliki tanggung jawab menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berkontribusi untuk kemajuan bersama,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi ideologi di era digital. Menurutnya, generasi muda sangat rentan terpapar narasi yang dapat menggerus nilai kebangsaan apabila tidak dibekali pemahaman yang kuat dan kritis.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme warga yang aktif berdialog dan menyampaikan pandangan. Diskusi yang terbangun menunjukkan bahwa penguatan ideologi Pancasila tetap menjadi kebutuhan mendesak di tingkat akar rumput, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
Example 325x300