Bandarlampung, suara kita – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan kebutuhan layanan penerbangan internasional di daerah itu cukup tinggi dan dapat diakomodir melalui Bandara Radin Inten II setelah kembali berstatus bandara internasional.
“Kebutuhan penerbangan internasional dari Lampung cukup tinggi. Setiap tahunnya, jamaah umrah asal Lampung mencapai sekitar 23 ribu orang, sementara jamaah haji mencapai lebih dari 7 ribu orang,” ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Kamis.
Ia melanjutkan Provinsi Lampung juga memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Sepanjang 2025 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lampung diperkirakan mencapai 22-23 juta orang, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.
“Lampung juga menjadi salah satu daerah pengirim tenaga kerja ke luar negeri setiap tahunnya. Hal tersebut pun menjadi potensi trafik penerbangan internasional yang cukup menjanjikan. Lampung ingin terus maju dan tumbuh. Salah satu penopangnya adalah transportasi yang baik. Karena itu, kita ingin trafik penerbangan meningkat dan membuka lebih banyak rute internasional,” katanya.
Dia mengatakan dengan kembalinya status bandara internasional Bandara Radin Inten II, menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan masyarakat Lampung.
Sebab keberadaan penerbangan internasional akan mempermudah akses warga Lampung, khususnya jamaah umrah dan haji.
“Kami berterima kasih atas kerja sama ini dan akan mendukung penuh agar rute penerbangan internasional dari Bandara Radin Inten II dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ucap dia.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan Hainan Airlines yang akan melayani penerbangan internasional perdana dari Lampung.
“Pemerintah Provinsi Lampung saat ini memiliki hubungan kerja sama sister province dengan Provinsi Shandong, Tiongkok. Kerja sama tersebut membuka peluang investasi dan peningkatan hubungan ekonomi kedua daerah. Ke depan, kami melihat akan banyak investasi dari China yang masuk ke Lampung. Ini tentu menjadi nilai tambah, baik bagi Lampung maupun bagi mitra dari China,” ujarnya.
Menurut dia, kelengkapan fasilitas penunjang internasional, termasuk layanan Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ) menjadi salah satu kesiapan yang harus dipastikan dengan baik dalam mendukung layanan penerbangan internasional di Lampung.
“Peningkatan hubungan ekonomi kedua daerah. Ke depan, kami melihat akan banyak investasi dari China yang masuk ke Lampung. Ini tentu menjadi nilai tambah, baik bagi Lampung maupun bagi mitra dari China,” ujarnya.
Menurut dia, kelengkapan fasilitas penunjang internasional, termasuk layanan Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ) menjadi salah satu kesiapan yang harus dipastikan dengan baik dalam mendukung layanan penerbangan internasional di Lampung.
Diketahui sebelumnya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung kesiapan operasional Bandara Radin Inten II, setelah kembali ditetapkan sebagai bandara internasional.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek pelayanan dan fasilitas siap mendukung penerbangan internasional.
Bandara Radin Inten II dijadwalkan melayani penerbangan internasional perdana pada 2 Februari 2026.
Penerbangan tersebut merupakan penerbangan umrah dengan rute Lampung-Haikou-Jeddah yang bekerja sama dengan maskapai Hainan Airlines.




















