Bandarlampung, suara kita – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berupaya untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng di daerahnya menjelang Ramadhan untuk memenuhi konsumsi masyarakat.
“Menjelang Ramadhan kami terus berupaya untuk menjaga stabilitas bahan pangan di pasaran, terutama sembilan bahan pokok konsumsi masyarakat utamanya cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng,” ujar Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Bani Ispriyanto di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan pemantauan harga di pasaran ini dilaksanakan untuk memastikan stabilitas harga, salah satunya komoditas minyak goreng yang beberapa waktu mengalami kenaikan.
“Karena minyak goreng ini beberapa waktu lalu harganya masih agak tinggi. Jadi ini yang harus kita siapkan upaya serta langkah-langkahnya untuk menjaga agar harga minyak goreng ini tetap stabil, karena kebutuhan akan minyak goreng banyak sekali dibutuhkan oleh masyarakat,” ucap dia.
Bani memastikan upaya yang dilakukan untuk menjaga harga minyak goreng tetap stabil yakni dengan menambah ketersediaan pasokan di pasaran.
“Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, pemerintah daerah sudah berkoordinasi dengan Bulog dan ID Food untuk menyiapkan stok minyak goreng bagi masyarakat di Ramadhan sampai Hari Raya Idul Fitri,” tambahnya.
Selain itu pun akan dilakukan upaya stabilisasi harga seperti melakukan gerakan pasar murah bila harga minyak goreng di pasaran mulai meningkat.
Diketahui berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) di Provinsi Lampung hari ini Rabu (21/1), harga minyak goreng curah terpantau stabil dengan harga Rp18.750 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I pun harganya stabil yakni sebesar Rp21.400 per kemasan, dan minyak goreng kemasan bermerek II juga harganya tetap sebesar Rp19.000 per kemasan.




















