Bandar Lampung, Suara Kita — Pemerintah Provinsi Lampung melalui kepala Biro (Karo) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Yuri Agustina Primasari, S.E., M.M memberikan penjelasan terkait perbedaan biaya program umroh gratis tahun 2025 yang menjadi perhatian publik.
Saat ditemui di ruang Kerjanya, Kepala Biro Kesra Pemprov Lampung menjelaskan bahwa perbedaan biaya tersebut disebabkan oleh standar pelayanan yang digunakan pemerintah provinsi.
“Pemerintah provinsi ingin memberikan pelayanan yang terbaik, karena sebagian besar penerima umroh gratis merupakan orang-orang berprestasi, khususnya di bidang keagamaan. Karena itu, pelayanan yang diberikan memang berbeda dengan daerah lain,” ujar Yuri kepada suara kita, (Senin, 19/1).
Ia menyebutkan, paket umroh gratis Pemprov Lampung mencakup uang saku sebesar Rp 1 juta per jamaah, penerbangan Lampung–Jakarta dan Jakarta–Jeddah menggunakan maskapai Garuda Indonesia, serta akomodasi hotel dengan jarak kurang dari 250 meter dari pelataran Masjidil Haram.
“Untuk penginapan, jamaah ditempatkan di Hotel Hilton bintang lima di Mekkah, serta Hotel Al Ansar Golden Tulip bintang empat di Madinah,” terangnya.
Lebih lanjut, Yuri menegaskan bahwa program umroh gratis tersebut bukan kebijakan baru, melainkan kelanjutan dari program yang telah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Saya baru sekitar delapan bulan menjabat. Untuk pelaksanaan tahun 2025, kami menjalankan program sesuai perencanaan dan dokumen anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya,” katanya.
Meski demikian, ia menyatakan bahwa evaluasi tetap terbuka untuk pelaksanaan program ke depan.
“Masukan dari masyarakat tentu akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan program pada tahun berikutnya,” pungkasnya.




















