Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Komitmen Pemprov Lampung Meningkatkan Kualitas Gizi Masyarakat

9
×

Komitmen Pemprov Lampung Meningkatkan Kualitas Gizi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandar Lampung, suara kita — Gizi yang baik merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Masalah seperti stunting, anemia pada remaja, dan pola konsumsi kurang sehat masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Lampung.

Untuk membahas hal ini secara mendalam, berita ini mewawancarai Marindo Kurniawan, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, yang memberikan pandangannya tentang upaya penanggulangan masalah gizi di daerah.

Menurut Marindo Kurniawan, gizi bukan sekadar konsumsi makanan sehari-hari, tetapi juga soal kualitas dan keseimbangan zat gizi yang dikonsumsi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan remaja.

“Gizi yang baik bukan hanya memastikan cukupnya asupan energi, tetapi juga memastikan tubuh mendapatkan zat gizi penting seperti protein, vitamin, dan mineral. Tanpa porsi gizi seimbang, kita akan kesulitan membangun generasi yang sehat dan produktif,” ujar Marindo.

Ia menambahkan bahwa gizi seimbang harus jadi bagian dari pendidikan keluarga sejak dini — dimulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan komunitas.

Lampung, seperti daerah lain di Indonesia, menghadapi sejumlah isu gizi yang perlu perhatian serius: Stunting pada balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, Anemia pada remaja putri akibat rendahnya konsumsi zat besi, Pola konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak, Ketergantungan pada makanan siap saji tanpa kontrol gizi

Marindo menjelaskan bahwa data-data ini menjadi dasar pemerintah dalam merancang intervensi program. “Data menunjukkan bahwa penanganan gizi harus multifaset: edukasi, layanan kesehatan, hingga peningkatan akses pangan bergizi,” jelasnya.

Pemprov Lampung telah menggulirkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, antara lain: Menjamin asupan gizi optimal bagi ibu hamil dan bayi sejak masa kehamilan hingga usia 2 tahun. Program sosialisasi gizi seimbang dalam kurikulum sekolah dasar dan menengah. Memperkuat fungsi posyandu untuk pemeriksaan tumbuh kembang balita dan edukasi keluarga.

Marindo juga menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan organisasi masyarakat sangat penting dalam konsistensi program tersebut.

Ketika ditanya tentang tantangan terbesar, Marindo menekankan perubahan perilaku masyarakat sebagai faktor utama.

“Kita sering kali sudah punya program dan fasilitas, tetapi perubahan perilaku makan masyarakat berjalan lambat. Ini membutuhkan pendekatan yang lebih kreatif dan melibatkan seluruh komponen masyarakat.”

Ia juga mengajak semua pihak untuk turut berperan:

“Perbaikan gizi bukan tanggung jawab pemerintah saja — keluarga, sekolah, hingga pihak swasta harus bergerak bersama.”

Permasalahan gizi merupakan tantangan jangka panjang yang memerlukan strategi terpadu. Dengan komitmen kuat dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, Lampung optimis dapat mencetak generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (Dyt)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
Example 325x300