Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pemprov Buka SMA Terbuka Berbasis Fleksibel, Sekolah Tanpa Batas Usia

42
×

Pemprov Buka SMA Terbuka Berbasis Fleksibel, Sekolah Tanpa Batas Usia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandar Lampung, suara kita — Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah strategis untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS) dengan membuka program SMA Terbuka, sebuah skema pendidikan fleksibel yang menyasar mereka yang telah lama putus sekolah, termasuk warga berusia di atas 21 tahun.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa regulasi program tersebut saat ini tengah dalam tahap finalisasi.

“Peraturan gubernur dan petunjuk teknisnya sedang diproses. Kami berharap dalam waktu dekat seluruh regulasi selesai sehingga pelaksanaan di lapangan bisa berjalan tanpa kendala,” ujarnya di Bandar Lampung, Jumat.

Program SMA Terbuka akan diprioritaskan di enam hingga tujuh kabupaten/kota dengan angka anak tidak sekolah tertinggi. Berdasarkan data sementara, jumlah anak putus sekolah di Lampung dari jenjang SD hingga SMA diperkirakan mencapai 70 ribu orang.

Program ini dirancang sebagai solusi kolektif dan bertahap. Tidak hanya pemerintah provinsi melalui SMA Terbuka, tetapi juga pemerintah kabupaten/kota akan berperan dengan membuka SD Terbuka dan SMP Terbuka.

Berbeda dengan sekolah reguler, SMA Terbuka menawarkan sistem pembelajaran yang fleksibel dan menyesuaikan kondisi peserta didik. Belajar tidak harus setiap hari, Bisa dilakukan secara daring maupun luring, Lokasi belajar dapat di rumah warga, balai desa, atau tempat lain yang disepakati, Guru bisa mendatangi siswa, atau sebaliknya

Meski fleksibel, legalitas tetap terjamin. SMA Terbuka berada di bawah sekolah induk, dan ijazah yang diterbitkan memiliki kedudukan yang sama dengan sekolah reguler.

“Intinya kami menyesuaikan kondisi siswa. Tidak ada batasan tempat, yang penting proses belajarnya berjalan,” jelas Thomas.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung, khususnya pada indikator Harapan Lama Sekolah (HLS).

Saat ini, rata-rata harapan lama sekolah di Lampung masih berada di kisaran kelas 2 SMP. Pemerintah menargetkan minimal rata-rata pendidikan masyarakat mencapai jenjang SMA.

“Jika mereka bisa kembali sekolah dan lulus SMA, tentu akan berdampak signifikan terhadap peningkatan IPM daerah,” ujarnya.

Thomas menegaskan bahwa SMA Terbuka berbeda dengan program bantuan sekolah bagi siswa kurang mampu yang masih berada dalam usia sekolah formal.

Program ini secara khusus diperuntukkan bagi warga yang telah bertahun-tahun tidak bersekolah dan telah melewati usia sekolah reguler.

Dengan hadirnya SMA Terbuka, Pemerintah Provinsi Lampung ingin memastikan tidak ada lagi warga yang kehilangan hak pendidikan hanya karena faktor usia, ekonomi, atau kondisi sosial.

Program ini diharapkan menjadi pintu kedua bagi ribuan warga untuk kembali meraih ijazah, meningkatkan kompetensi, dan memperluas peluang kerja di masa depan.

Jika berjalan optimal, SMA Terbuka bukan hanya solusi pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing Lampung. (Dyt)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
Example 325x300