Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pemprov Lampung dan Jawa Tengah Sepakat Genjot Pertumbuhan Ekonomi

12
×

Pemprov Lampung dan Jawa Tengah Sepakat Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandarlampung, suara kita – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menjalin kerja sama strategis dengan Provinsi Jawa Tengah di sejumlah sektor untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kedua daerah.

“Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan berbagai kesepakatan strategis,” ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Rabu.

Ia menyebutkan hubungan antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah, telah terjalin sejak lama dan terus berkembang hingga saat ini.

“Kedekatan tersebut tidak hanya tercermin dalam kerja sama antar pemerintah daerah, tetapi juga dalam hubungan sosial dan kultural yang sangat kuat salah satunya melalui kehadiran transmigran asal Jawa Tengah,” katanya.

Ia mengatakan setiap daerah memiliki peran strategis masing-masing, dan Jawa Tengah dikenal dengan kekuatan di sektor pangan, industri, serta kualitas sumber daya manusianya.

Sementara itu, Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan dan industri pengolahan.

“Apabila potensi-potensi ini disinergikan, hasil yang dicapai tentu akan jauh lebih optimal dibandingkan jika berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Dia menjelaskan kerja sama antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah yang telah disepakati, menjadi pijakan kuat untuk melangkah lebih jauh.

Mulai dari meningkatkan ketahanan pangan, investasi, pariwisata, industri, perdagangan, hingga penguatan koperasi dan UMKM, seluruhnya memiliki potensi besar untuk dikelola bersama.

“Adapun nilai transaksi yang dihasilkan dari penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama ini sebesar Rp833 miliar,” ucap dia.

Ia melanjutkan sejumlah sektor strategis menjadi fokus bersama, sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung.

Sehingga kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok antar wilayah, meningkatkan nilai tambah produk daerah, serta membuka peluang investasi yang saling menguntungkan bagi kedua provinsi.

“Kami berharap Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah saling menguatkan, menjaga peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, serta mendorong pertumbuhan daerah yang inklusif dan berkelanjutan hingga ke pelosok desa,” tambahnya.

Tanggapan tambahan dikatakan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

“Kolaborasi antar pemerintah daerah menjadi sebuah keniscayaan. Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan dukungan pemerintah pusat, tetapi juga harus diperkuat melalui kerjasama lintas provinsi, lintas kabupaten serta kota, hingga ke tingkat desa,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai kolaborasi, baik dengan negara-negara sahabat seperti Belanda, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, Uni Eropa, hingga Uni Emirat Arab. Namun demikian, kerja sama di dalam negeri, khususnya antar pemerintah provinsi di seluruh Indonesia, memiliki arti yang tidak kalah penting.

“Oleh karena itu, kami mendorong model kolaborasi antar gubernur berbasis business to business (B to B). Setiap daerah memiliki potensi unggulan masing-masing. Jawa Tengah memiliki kekuatan tertentu, Lampung memiliki keunggulan lain. Jika potensi tersebut dipadukan, maka akan tercipta ekosistem ekonomi baru yang saling menguntungkan,” ucapnya.

Diketahui sejumlah kerja sama yang disepakati antar dua daerah tersebut meliputi penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dalam rangka penguatan pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesesuaian lulusan dengan kebutuhan industri.

Selain itu dilakukan kerja sama juga dalam pengembangan sektor industri dan perdagangan melalui fasilitasi yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung.

Langkah ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas jejaring usaha antar wilayah.

Di bidang energi, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Jateng Petro Energi (Perseroda) dengan PT Lampung Jasa Utama (Perseroda) terkait rencana kerjasama pemanfaatan gas bumi serta pengembangan energi baru dan terbarukan.

Kerja sama antar pelaku usaha juga diperkuat melalui MoU antara HIPMI Jawa Tengah dan HIPMI Lampung, yang berfokus pada peningkatan kapasitas institusi di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, serta sektor maritim, kelautan dan perikanan antarprovinsi.

Di sektor pariwisata, ASTINDO Lampung dan ASTINDO Jawa Tengah sepakat menjalin kerja sama pengembangan pariwisata, sementara KADIN Jawa Tengah dan KADIN Lampung menandatangani Letter of Intent terkait perdagangan dan penyediaan berbagai komoditas unggulan, seperti gula, garam, kelapa, beras, kopi, singkong, buah-buahan seperti salak, semangka, melon, alpukat, lalu udang, sapi, hingga produk kerajinan.

Lalu sejumlah BUMD dan perusahaan swasta dari kedua provinsi menjalin kemitraan rantai pasok dan penyediaan bahan pangan serta bahan baku industri, termasuk komoditas gula, ubi kayu, tepung tapioka, hasil perkebunan dan peternakan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
Example 325x300