Bandarlampung, SUARA KITA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat peran pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayahnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pada 22-24 Januari telah dilakukan kegiatan retret Kepala Tim PKH se Indonesia dan menghasilkan empat rumusan pokok program kerja prioritas untuk tahun 2026,” ujar Kepala Tim PKH Provinsi Lampung Slamet Riyadi berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Kamis.
Ia mengatakan ada empat prioritas program kerja yang akan dilaksanakan dan salah satunya adalah penguatan peran pendamping sosial PKH dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Selain itu melalui PKH perlu dilakukan penguatan program kewirausahaan, percepatan graduasi bagi keluarga penerima manfaat (KPM) PKH,” katanya.
Kemudian memperluas akses pendidikan dasar melalui Sekolah Rakyat, serta perluasan akses pendidikan tinggi di Lampung melalui Gerakan Ayo Kuliah bagi anak keluarga penerima manfaat PKH, serta membantu optimalisasi bisnis proses PKH.
“Jumlah penerima PKH di Provinsi Lampung pada tahap empat tahun 2025 berjumlah 404.326 keluarga penerima manfaat. Dengan jumlah penerima terbesar di Kabupaten Lampung Timur sebanyak 55.975 keluarga penerima manfaat dan terkecil ada di Kota Metro yaitu 5.794 keluarga penerima manfaat,” ucap dia.
Dia melanjutkan untuk target graduasi, pendamping sosial PKH di Lampung telah berhasil mengidentifikasi dan melakukan input pada aplikasi SIKS-NG sebanyak 4.302 keluarga penerima manfaat potensial untuk mendapatkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) di Agustus 2025.
“Jumlah ini sangat berpotensi meningkat. Semoga di 2026, usulan tersebut dapat direalisasikan oleh Kemensos RI, sehingga selanjutnya dapat dilakukan graduasi atau pengakhiran kepesertaan PKH,” tambahnya.
Tanggapan tambahan dikatakan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi.
“Sebagaimana arahan Gubernur Lampung diberbagai kesempatan, PKH adalah program nasional Presiden yang memiliki peran strategis dalam mengakselerasi perubahan kondisi sosial serta ekonomi keluarga penerima manfaat PKH menuju keluarga sejahtera dan berdikari,” ujar Aswarodi.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung sangat mendukung program tersebut dan berharap agar implementasi PKH memberikan kontribusi pada penurunan angka kemiskinan di Provinsi Lampung.




















