LAMSEL, suara kita – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengatakan bahwa Program Desa Industri Mandiri dapat diintegrasikan dengan Program Desaku Maju untuk meningkatkan perekonomian desa di wilayahnya.
“Sebenarnya kami juga baru memahami program ini, tapi ini cukup berkorelasi dengan Program Desaku Maju. Sehingga nanti kami segera menghadap ke kementerian supaya bisa diintegrasikan dengan Program Desaku Maju,” ujar Jihan Nurlela di Lampung Selatan, Jumat.
Ia mengharapkan integrasi program pemerintah daerah dengan pemerintah pusat itu dapat mendukung perkembangan perekonomian desa di Provinsi Lampung.
“Lalu kami juga tadi sudah mengusulkan serta mendorong perusahaan-perusahaan ataupun industri besar seperti Japfa Comfeed, untuk bisa bermitra dan menjadi kanopi bagi UMKM serta usaha kecil yang ada di seluruh Provinsi Lampung,” katanya.
Dengan pengembangan kemitraan antara industri besar dengan UMKM, serta desa, maka dapat meningkatkan perkembangan berbagai sektor yang ada di desa, serta mendukung kesejahteraan masyarakat desa.
“Jadi kalau ada kerja sama industri ini sifatnya bisa langsung kepada masyarakat desa atau UMKM kecil. Sehingga dampak dan manfaat bisa dirasakan langsung,” ucap dia.
Menurut dia, nantinya Pemerintah Provinsi Lampung berperan sebagai koordinator untuk memperkuat integrasi berbagai program ataupun jalinan kemitraan antara industri dengan desa.
“Oleh karena itu tadi kami juga menyampaikan termasuk terkait pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan dan lain sebagainya untuk bisa lebih koordinatif. Sehingga bisa tepat dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Diketahui sebelumnya Program Desa Industri Mandiri yang dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian merupakan program peningkatan kapasitas, kualitas dan daya saing industri kecil yang ada di desa dan sesuai potensi desa.
Sedangkan Program Desaku Maju merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi Lampung yang berfokus kepada pemberdayaan ekonomi desa, peningkatan infrastruktur dasar desa, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyediaan promosi serta pemasaran produk unggulan di 2.446 desa di Provinsi Lampung.




















