Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

(ADVETORIAL) Metro Teratas di Lampung, IDSD 2025 Tembus Skor 4,19

17
×

(ADVETORIAL) Metro Teratas di Lampung, IDSD 2025 Tembus Skor 4,19

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Wali Kota Bambang: Ini pijakan untuk lompatan pembangunan Metro

METRO, suara kita — Kota Metro kembali menorehkan capaian membanggakan dalam pemeringkatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025. Berdasarkan rilis terbaru, Kota Metro meraih skor 4,19, tertinggi di Provinsi Lampung, melampaui Kota Bandar Lampung (4,14) serta jauh di atas rata-rata nasional (3,50).

Capaian tersebut menempatkan Kota Metro sebagai salah satu benchmark pembangunan daerah di Provinsi Lampung, sekaligus menunjukkan kekuatan daya saing kota dalam berbagai sektor pembangunan.

Sejumlah pilar menunjukkan performa sangat kuat. Pada Pilar Adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Metro meraih skor sempurna 5,00, menandakan tingkat literasi digital masyarakat serta pemanfaatan teknologi yang sangat tinggi.

Hal serupa juga terlihat pada Pilar Pasar Produk (5,00) yang menggambarkan efisiensi pasar serta aksesibilitas barang dan jasa yang baik, memperkuat posisi Metro sebagai kota jasa dan perdagangan.

Selain itu, Pilar Dinamika Bisnis (4,86) menunjukkan ekosistem kewirausahaan yang sehat serta kemudahan berusaha yang hampir mendekati skor maksimal.

Meski demikian, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian untuk memperkuat daya saing Kota Metro ke depan.

“Capaian ini tentu membanggakan, namun tidak membuat kita lengah. Masih ada beberapa sektor yang harus kita perbaiki agar pembangunan Kota Metro semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Bambang.

Salah satu catatan penting terdapat pada Pilar Infrastruktur, yang mencatat skor 3,36, masih berada di bawah rata-rata Provinsi Lampung (3,51) serta di bawah Kabupaten Lampung Selatan (3,71).

Hal ini menjadi perhatian pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, seperti jalan, drainase, air bersih, serta fasilitas publik.

Selain itu, Pilar Kapabilitas Inovasi (3,67) juga menunjukkan perlunya penguatan pada aspek riset dan pengembangan. Ke depan, Metro tidak hanya diharapkan unggul dalam sektor perdagangan, tetapi juga mampu menjadi kota yang melahirkan inovasi dan teknologi baru.

Pada Pilar Pasar Tenaga Kerja (3,52), Metro juga masih berada di bawah Kota Bandar Lampung (3,97). Kondisi ini mengindikasikan perlunya penguatan keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Metro akan fokus pada sejumlah strategi pembangunan ke depan, di antaranya revitalisasi infrastruktur perkotaan, penguatan ekosistem inovasi daerah, serta optimalisasi tenaga kerja terampil melalui program link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

“Capaian IDSD 2025 ini bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal untuk lompatan pembangunan yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Bambang.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Metro akan terus memperkuat keunggulan yang sudah ada sekaligus menutup berbagai celah kelemahan.

“Ke depan, Metro harus menjadi kota yang semakin modern, kompetitif, dan inovatif, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga nasional,” tegasnya. (ADVETORIAL)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
Example 325x300