Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Ramaikan Festival Krakatau XXXV, Dinas Pendidikan Lampung Tampilkan Semangat Budaya Generasi Muda

19
×

Ramaikan Festival Krakatau XXXV, Dinas Pendidikan Lampung Tampilkan Semangat Budaya Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDAR LAMPUNG, Suara Kita — Ribuan pelajar SMA dan SMK tumpah ke jantung Kota Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026). Mengenakan ragam busana dan membawa kreasi budaya, mereka menyusuri Jalan Raden Intan menuju Tugu Adipura, mengubah jalanan kota menjadi panggung besar generasi muda Lampung dalam Lampung Tapis Karnaval, bagian dari Festival Krakatau XXXV Tahun 2026.

Bukan sekadar memeriahkan karnaval, kehadiran para pelajar tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung membawa budaya lokal lebih dekat kepada generasi penerus.

Bersama jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dari 15 kabupaten/kota se-Lampung, unsur pendidikan ikut mengambil bagian dalam pesta budaya tahunan yang tahun ini berlangsung semarak dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Ribuan peserta bergerak menyusuri ruas Jalan Raden Intan menuju kawasan Tugu Adipura. Beragam kreasi, atribut, busana tradisional hingga pertunjukan seni ditampilkan sepanjang karnaval, menghadirkan warna budaya yang beragam di tengah pusat Kota Bandar Lampung.

Festival Krakatau XXXV tahun ini menjadi panggung kolaborasi besar. Sekitar 6.000 peserta yang tergabung dalam 127 tim ambil bagian, mulai dari peserta didik, mahasiswa, Forkopimda, BUMN dan BUMD, organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan swasta, komunitas, sanggar, paguyuban, organisasi hingga marching band.

Di tengah lautan peserta tersebut, para pelajar SMA dan SMK menjadi salah satu kekuatan utama yang memperlihatkan bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus menghidupkan kebudayaan Lampung.

Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta karnaval. Para pelajar juga tampil sebagai representasi generasi muda yang membawa identitas budaya Lampung ke ruang publik.

Beragam penampilan mengangkat kekayaan budaya Lampung, termasuk tradisi masyarakat adat Pepadun dan Sai Batin, yang dipadukan dengan kreasi seni dan budaya dari berbagai daerah lainnya.

SMA Negeri 9 Bandar Lampung turut ambil bagian dengan menampilkan keberagaman budaya, karya, dan talenta peserta didik. Bangga menjadi bagian dari perjalanan untuk terus melestarikan budaya Lampung dan memperkenalkannya ke dunia.

Bagi dunia pendidikan, keterlibatan tersebut memiliki makna lebih luas. Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran akademik, tetapi juga ruang untuk mengenalkan nilai budaya, membangun kreativitas, menumbuhkan kepercayaan diri, sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap identitas daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung, Thomas Amarico, S.STP., M.H., mengatakan keterlibatan pelajar dalam Festival Krakatau XXXV menjadi bagian penting dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini.

Menurut Thomas, generasi muda tidak cukup hanya mengenal budaya Lampung melalui pembelajaran di sekolah. Mereka perlu diberikan ruang untuk mengalami, menampilkan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.

“Kami ingin anak-anak kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari pelestarian budaya Lampung. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar mengenal identitas daerah, menghargai keberagaman, sekaligus membangun rasa bangga sebagai generasi muda Lampung,” ujar Thomas.

Ia menegaskan, dunia pendidikan memiliki posisi strategis dalam memastikan kekayaan budaya Lampung tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Budaya tidak boleh berhenti sebagai cerita dari masa lalu. Harus ada generasi yang mengenal, mencintai, kemudian meneruskannya. Karena itu, kami mendorong sekolah dan para pelajar untuk terus aktif dalam berbagai kegiatan seni dan budaya,” katanya.

Menurutnya, kegiatan seperti Lampung Tapis Karnaval juga memberikan pengalaman pendidikan yang tidak selalu bisa diperoleh peserta didik di dalam kelas.

“Ini bukan sekadar karnaval. Ada nilai pendidikan, kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap daerah yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak. Kami berharap semangat ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter generasi muda Lampung,” ujar Thomas.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung bersama jajaran MKKS se-Lampung mengambil peran dalam mengoordinasikan keterlibatan unsur pendidikan agar Festival Krakatau tidak berhenti sebagai agenda pariwisata dan hiburan semata.

Lebih dari itu, festival tersebut menjadi ruang pembelajaran kebudayaan yang mempertemukan pelajar dengan kekayaan tradisi daerah secara langsung.

Antusiasme ribuan pelajar dalam Lampung Tapis Karnaval pun menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab generasi terdahulu.

Di tangan generasi muda, budaya Lampung diharapkan tidak sekadar menjadi warisan masa lalu, tetapi terus hidup, berkembang, dan menemukan bentuk baru di tengah perubahan zaman.

Sebab, ketika para pelajar turun ke jalan membawa tapis, seni, tradisi dan kreativitas, yang sedang dipertontonkan bukan hanya kemeriahan sebuah karnaval. Ada pesan bahwa masa depan budaya Lampung sedang berjalan bersama generasi penerusnya.

Example 728x250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
Example 325x300