Pringsewu, suara kita – Di tengah tren digitalisasi yang kerap ditandai dengan berbagai inovasi berbasis aplikasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pringsewu justru memilih pendekatan yang berbeda.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Kominfo, Moudy Ary Nazolla, arah kebijakan tidak langsung menyasar hal-hal yang bersifat tampak di permukaan. Sebaliknya, fokus diarahkan pada pembenahan aspek mendasar yang selama ini kerap luput dari perhatian: data, infrastruktur, dan sistem komunikasi publik.
Langkah ini terlihat dari upaya mendorong implementasi Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat daerah. Melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Kominfo berupaya memastikan data yang digunakan pemerintah lebih terintegrasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar berbasis data yang valid. Tanpa data yang kuat, program yang dijalankan berpotensi tidak tepat sasaran,” ujar Moudy Ary Nazolla.
Selain itu, pembenahan juga menyasar sektor infrastruktur digital. Kominfo Pringsewu mulai melakukan survei revitalisasi jaringan internet sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas layanan di lingkungan pemerintahan.
Menurut Moudy, keandalan jaringan menjadi faktor penting dalam menjawab tuntutan pelayanan publik yang cepat dan efisien.“Hari ini masyarakat menuntut layanan yang cepat dan responsif. Itu tidak bisa berjalan tanpa dukungan jaringan yang baik. Karena itu, pembenahan infrastruktur menjadi bagian penting dari agenda kami,” jelasnya.
Di sisi lain, Kominfo juga memperkuat peran dalam membangun komunikasi publik yang lebih terbuka. Sinergi dengan media menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan informasi pembangunan tersampaikan secara luas dan berimbang.
“Kami memandang media sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini penting agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, pendekatan yang berfokus pada pembenahan fondasi tentu membutuhkan waktu sebelum hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas. Di sinilah tantangan ke depan muncul, terutama dalam menjaga konsistensi sekaligus mempercepat implementasi di lapangan.
Sejumlah kalangan menilai, langkah yang ditempuh Kominfo Pringsewu saat ini menunjukkan arah yang lebih substansial, meski belum sepenuhnya terlihat secara kasat mata.
Jika konsistensi ini mampu dijaga, bukan tidak mungkin Kominfo Pringsewu akan bergerak melampaui fungsi administratif, dan menjadi salah satu motor penggerak transformasi digital di tingkat daerah. (Juna)




















