Bandarlampung, Suara Kita – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan jajaran Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi potensi strategis yang dimiliki Provinsi Lampung.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menerima kunjungan Perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Provinsi Lampung di Ruang Kerja Gubernur, Bandarlampung, Senin (18/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Mirza memaparkan besarnya potensi ekonomi Lampung yang ditopang sektor pertanian dan perkebunan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Menurutnya, dari total luas wilayah Lampung sekitar 3,3 juta hektare, sekitar 1,8 juta hektare dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan perkebunan dengan komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, kelapa sawit, tebu, kopi, dan kakao.
“Lampung ini sangat kaya. Padi kita nomor enam nasional, jagung nomor enam nasional, singkong nomor satu nasional. Bahkan nanas kita menyuplai sekitar 22 persen kebutuhan dunia,” ujar Mirza.
Meski memiliki potensi besar, ia menilai manfaat ekonomi yang diperoleh daerah belum optimal karena sebagian besar hasil pertanian dan perkebunan masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pengembangan kawasan industri dan hilirisasi agar proses pengolahan komoditas dilakukan di dalam daerah sehingga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Kita ingin hilirisasi ada di Lampung. Jangan semua keluar mentah. Industri pengolahan harus tumbuh di sini supaya nilai tambah, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi juga terjadi di daerah,” tegasnya.
Selain hilirisasi industri, Gubernur Mirza juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor energi baru terbarukan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masa depan. Sejumlah proyek strategis yang tengah dipersiapkan antara lain pengembangan energi panas bumi, pembangkit listrik tenaga surya terapung (floating solar panel), serta bioetanol berbasis singkong dan jagung.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mengembangkan kawasan wisata terintegrasi untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor jasa, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Menurut Mirza, keberhasilan transformasi ekonomi Lampung membutuhkan dukungan dan kolaborasi yang kuat dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Keuangan, agar berbagai program strategis dapat berjalan lebih optimal.
Ia berharap sinergi yang terjalin mampu mempercepat pembangunan daerah, memperkuat daya saing Lampung, serta mewujudkan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan melalui hilirisasi, investasi, serta pengembangan sektor-sektor unggulan.




















