Bandar Lampung, Suara Kita – Peringatan Hari Koperasi Nasional tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan, koperasi harus terus hidup, tumbuh, dan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Jumat (17/7/2026).
Membacakan sambutan tertulis Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., Marindo menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi ruh koperasi harus diwujudkan dalam kerja nyata melalui kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat.
“Koperasi tidak boleh hanya ramai ketika Hari Koperasi diperingati. Semangat berkoperasi harus hadir dalam aktivitas ekonomi masyarakat setiap hari dan menjadi fondasi pembangunan ekonomi kerakyatan,” tegas Marindo.
Menurutnya, di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Lampung membutuhkan model pembangunan yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi daerah. Karena itu, sinergi antarlembaga menjadi kunci untuk mempercepat hilirisasi komoditas unggulan, meningkatkan produktivitas, serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Marindo juga menekankan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai motor penggerak perubahan. ASN dituntut tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, dan memberikan pelayanan publik yang profesional demi mendukung transformasi ekonomi daerah.
Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan komitmennya mendukung transformasi koperasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu menjadi instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi rakyat.
Salah satu langkah yang terus diperkuat adalah pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Koperasi tersebut diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari memperpendek rantai distribusi agar harga lebih terjangkau, memperluas pemasaran produk lokal, hingga membuka akses pembiayaan yang lebih mudah bagi pelaku usaha di tingkat desa dan kelurahan.
Tak hanya itu, koperasi juga didorong memasuki sektor-sektor strategis yang memiliki nilai tambah tinggi. Di antaranya pengelolaan energi dan infrastruktur, hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan digital yang melibatkan generasi muda, perusahaan rintisan (startup), komunitas kreatif, serta petani milenial.
Menurut Marindo, wajah koperasi saat ini harus berubah. Koperasi tidak lagi dipandang sebatas lembaga simpan pinjam, tetapi menjadi institusi ekonomi modern yang mampu mengelola sektor produksi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing daerah.
“Pemerintah Provinsi Lampung optimistis, melalui birokrasi yang adaptif, kebijakan yang tepat sasaran, dan koperasi yang modern serta profesional, perekonomian daerah akan semakin tangguh, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan global,” pungkasnya.




















