BANDAR LAMPUNG, Suara Kita — Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menjadi perhatian. Erupsi yang terjadi di kawasan Selat Sunda menjadi pengingat bagi masyarakat Lampung, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan setiap peringatan resmi pemerintah.
Di tengah meningkatnya aktivitas gunung api tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung meminta masyarakat tidak bereaksi secara berlebihan. Kewaspadaan harus ditingkatkan, namun kepanikan justru harus dihindari.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.
«“Jangan panik, tetapi jangan lengah. Waspada bukan berarti takut. Yang paling penting masyarakat mengikuti informasi resmi dan mematuhi setiap rekomendasi dari pihak yang berwenang.”»
Menurut Sekdaprov, masyarakat tidak perlu mengambil tindakan berdasarkan kabar yang sumbernya tidak jelas. Terlebih di era media sosial, informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat menyebar sangat cepat dan belum tentu seluruhnya benar.
Ia meminta masyarakat menjadikan informasi resmi dari PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah sebagai rujukan utama.
«“Kami meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Jangan sampai informasi yang keliru justru menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat.”»
JANGAN MENDEKAT, JANGAN AMBIL RISIKO
Sekdaprov juga memberikan penekanan khusus kepada masyarakat maupun wisatawan agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.
Menurutnya, aktivitas vulkanik bukan sesuatu yang dapat diprediksi hanya dengan melihat kondisi gunung secara kasatmata. Karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan aktivitas gunung api sebagai tontonan.
«“Jangan mengambil risiko hanya untuk melihat aktivitas Anak Krakatau dari dekat. Ada batas-batas keselamatan yang harus kita hormati. Jangan sampai rasa ingin tahu mengalahkan keselamatan.”»
Pemprov Lampung, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi teknis terkait untuk mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti dan informasi yang diterima masyarakat tetap berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
MASYARAKAT DIMINTA TETAP TENANG
Sekdaprov memastikan pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri mengenai potensi bahaya.
Masyarakat pesisir juga diingatkan untuk tetap memperhatikan informasi dan arahan resmi pemerintah, terutama apabila terjadi perubahan status aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun rekomendasi dari otoritas kebencanaan.
«“Pemerintah terus memantau dan berkoordinasi. Masyarakat tidak perlu panik. Tetap beraktivitas dengan memperhatikan kondisi dan informasi resmi, tingkatkan kewaspadaan, serta segera ikuti arahan petugas apabila ada perubahan situasi.”»
Ia kembali menegaskan bahwa menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau membutuhkan sikap yang tepat: tidak panik, tidak meremehkan, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
«“Pesan kami sederhana: tetap tenang, tetap waspada, patuhi peringatan, dan jangan abaikan arahan petugas. Keselamatan masyarakat adalah yang paling utama.”»
Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau, Pemprov Lampung mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketenangan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menjadikan informasi resmi pemerintah sebagai rujukan.
Waspada, bukan panik. Tenang, bukan lengah. Dan yang terpenting, jangan pernah mengambil risiko dengan mengabaikan peringatan.




















