Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pancasila Jangan Berhenti di Seremoni, dr. Uswatun Hasanah: Persatuan Harus Terlihat dalam Tindakan

6
×

Pancasila Jangan Berhenti di Seremoni, dr. Uswatun Hasanah: Persatuan Harus Terlihat dalam Tindakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LAMPUNG TENGAH, Suara Kita — Hari Kesaktian Pancasila tidak semestinya berhenti pada upacara, pengibaran bendera, atau deretan kalimat penghormatan yang kembali terdengar setiap 1 Oktober. Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila harus tetap hidup dalam cara masyarakat menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menghadapi berbagai persoalan kehidupan kebangsaan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua DPC PKB Kabupaten Lampung Tengah, dr. Uswatun Hasanah, dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Uswatun, Pancasila memiliki makna yang jauh lebih besar ketika nilai-nilainya tidak hanya dibicarakan dalam ruang-ruang resmi, tetapi diterjemahkan menjadi sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila jangan hanya kita ingat ketika upacara. Nilai-nilainya harus terlihat dalam kehidupan kita, dalam cara kita menghargai perbedaan, menjaga persatuan, bergotong royong dan peduli terhadap sesama,” pesan Uswatun.

Ia menilai Indonesia dibangun di atas keberagaman yang sangat besar. Perbedaan suku, agama, budaya, pandangan maupun pilihan merupakan bagian dari realitas bangsa yang tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh.

Karena itu, menurut Uswatun, menjaga persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan. Justru persatuan harus dibangun dengan kemampuan untuk hidup berdampingan, saling menghormati dan menempatkan kepentingan kebangsaan di atas kepentingan kelompok.

“Kita boleh berbeda pandangan, berbeda pilihan dan berbeda latar belakang. Tetapi jangan sampai perbedaan itu menghilangkan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 dilaksanakan pemerintah pada Kamis, 1 Oktober 2026. Berdasarkan pedoman yang diterbitkan Kementerian Kebudayaan, upacara tingkat pusat diselenggarakan di Monumen Pancasila Sakti, sementara satuan kerja di luar Senayan dan unit pelaksana teknis di daerah melaksanakan upacara dengan mengacu pada pedoman pemerintah.

Momentum tersebut juga sejalan dengan penekanan pemerintah pada peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 bahwa Pancasila tidak cukup ditempatkan sebagai dokumen sejarah, melainkan harus menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Presiden Prabowo Subianto pada peringatan 1 Juni 2026 menyebut Pancasila sebagai konsensus kebangsaan yang memungkinkan Indonesia yang beragam tetap hidup sebagai satu bangsa.

Bagi Uswatun, pesan tersebut relevan untuk terus dihidupkan di tengah masyarakat, termasuk di Lampung Tengah. Menurutnya, pengamalan Pancasila justru dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Mulai dari menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal, menghormati perbedaan, membangun kepedulian sosial hingga menyelesaikan persoalan dengan semangat musyawarah.

“Menjaga Pancasila berarti menjaga Indonesia. Dan menjaga Indonesia tidak cukup dengan kata-kata. Harus ada tindakan nyata, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan kita,” tegasnya.

Ia berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat kembali kesadaran bahwa persatuan merupakan modal penting dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.

Bukan sekadar menghafal lima sila, tetapi memastikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan sosial benar-benar menemukan tempat dalam kehidupan masyarakat.

“Mari kita rawat persatuan dan gotong royong. Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk terpecah. Pancasila harus tetap menjadi nilai yang menyatukan kita,” pungkas Uswatun.

Example 728x250
Penulis: Juna
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
Example 325x300