Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Gubernur Dorong Hilirisasi Peternakan, Perkuat Pasokan Protein dan Ekonomi Desa

3
×

Gubernur Dorong Hilirisasi Peternakan, Perkuat Pasokan Protein dan Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandarlampung, Suara Kita – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa hilirisasi sektor peternakan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, mencukupi kebutuhan protein hewani masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

Menurut Gubernur Mirza, sektor pertanian dan peternakan tidak boleh lagi hanya berperan sebagai penghasil bahan mentah. Keduanya harus mampu menjadi penggerak industrialisasi daerah yang membuka lapangan kerja dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

“Pertanian dan peternakan tidak boleh lagi hanya menjadi sektor penghasil bahan mentah. Sektor ini harus menjadi sumber industrialisasi daerah, membuka lapangan kerja, serta menghadirkan kesejahteraan bagi petani, peternak, dan masyarakat desa,” ujar Mirza, Senin.

Ia menekankan, peningkatan konsumsi protein hewani merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, hilirisasi sektor peternakan perlu terus didorong agar pasokan protein tetap terjaga dengan harga yang terjangkau.

“Kita harus memastikan kecukupan protein hewani masyarakat, mulai dari telur, daging, ayam, ikan hingga susu. Hilirisasi peternakan sangat penting untuk memperkuat pasokan protein, menjaga harga tetap terjangkau, sekaligus mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis,” katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menjalankan Program Desaku Maju yang berfokus pada penguatan ekosistem ekonomi desa melalui peningkatan produktivitas, pelatihan vokasi, hilirisasi hasil pertanian, serta pembangunan infrastruktur desa.

Menurut Mirza, penguatan kelembagaan desa, seperti koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), menjadi salah satu kunci dalam menciptakan desa yang mandiri secara ekonomi.

“Kami ingin membangun desa-desa yang kuat secara ekonomi. Kelembagaan desa seperti koperasi dan BUMDes harus diperkuat, sementara produksi dan produktivitas pertanian terus ditingkatkan dengan semangat kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Gubernur juga menilai Lampung memiliki modal besar untuk mengembangkan industri peternakan karena didukung sektor pertanian yang kuat. Produksi padi di Lampung mencapai 3,25 juta ton gabah kering giling (GKG) dan terus meningkat. Sementara itu, produksi jagung mencapai sekitar 1,7 juta ton atau terbesar keenam secara nasional, serta produksi ubi kayu mencapai 7,5 juta ton. Seluruh komoditas tersebut menjadi bahan baku potensial untuk pakan ternak.

Di sektor peternakan, Lampung juga mencatat kontribusi signifikan secara nasional. Untuk komoditas sapi potong, Lampung menempati peringkat keempat nasional, kambing peringkat ketiga, ayam pedaging peringkat kesembilan, dan ayam petelur peringkat kesepuluh.

Menurut Mirza, capaian tersebut harus menjadi landasan untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian dan peternakan agar mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
Example 325x300