Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Gubernur Optimistis Ekonomi Syariah Kian Berkembang di Lampung

3
×

Gubernur Optimistis Ekonomi Syariah Kian Berkembang di Lampung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandarlampung, Suara Kita – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara resmi menutup rangkaian Lampung Sharia Economic Festival (LASEF) Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung di Lampung City Mall, Bandar Lampung, Minggu (10/5/2026).

Selama tiga hari pelaksanaan, 8–10 Mei 2026, LASEF menjadi ajang kolaborasi Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Lampung, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat pengembangan UMKM, memperluas ekosistem halal lifestyle, dan mendorong lahirnya sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis ekonomi dan keuangan syariah.

Mengusung tema “Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan di Provinsi Lampung”, festival ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran UMKM, bazar kuliner halal, business matching pembiayaan syariah, hingga promosi produk-produk unggulan daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi Bank Indonesia Provinsi Lampung yang kembali sukses menyelenggarakan LASEF pada tahun ini. Menurutnya, penyelenggaraan festival tersebut membuktikan bahwa ekonomi syariah terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tadi telah kita saksikan bagaimana ekonomi syariah hadir dan tumbuh secara nyata di tengah masyarakat melalui berbagai rangkaian kegiatan yang inspiratif dan penuh manfaat,” ujar Gubernur.

Mirza menilai Provinsi Lampung memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi syariah. Kekuatan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta UMKM menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Ia juga menyoroti tingginya partisipasi pelaku UMKM dalam Halal Mart sebagai bukti besarnya potensi produk lokal Lampung. Beragam produk unggulan, mulai dari kuliner, makanan olahan, kopi khas Lampung, hingga wastra lokal, dinilai memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

Menurut Gubernur, Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi syariah mampu menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

“Saya yakin, dengan didukung kekuatan sektor pertanian, UMKM, industri halal, pondok pesantren, serta potensi zakat dan wakaf produktif yang terus berkembang, ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung, asosiasi pelaku usaha, pondok pesantren, lembaga keuangan, dan seluruh UMKM yang berperan aktif dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Ia mengatakan antusiasme masyarakat selama pelaksanaan LASEF 2026 terlihat dari tingginya partisipasi dalam pameran UMKM, bazar kuliner halal, hingga promosi berbagai produk unggulan Lampung, seperti kopi dan keripik khas daerah.

Tak hanya itu, melalui sinergi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dan berbagai lembaga keuangan syariah, kegiatan business matching dalam LASEF 2026 berhasil mencatat komitmen pembiayaan sekitar Rp230 miliar yang melibatkan 15 lembaga keuangan dan ditujukan bagi 9.873 UMKM di Provinsi Lampung.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang lebih maju, inklusif, serta berkelanjutan di Provinsi Lampung. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
Example 325x300